“Manfaat
Katalog: Dulu dan Kini”
Oleh:
Ni Kadek Vionita Pertiwi
(1612311006)
Abstract
Tujuan membuat paper
ini untuk membantu seseorang mengetahui manfaat dari katalog dari dulu hingga
kini.
Pada
latar belakang terdapat penjelasan katalog secara umum yang biasa dipegunakan
untuk mempromisikan suatu barang, dilanjutkan dengan pengertian katalog dalam
ilmu perpustakaan, memaparkan tujuan, fungsi dan bentuk-bentuk dari katalog. Terdapat
juga gamaran sejarah dari katalog lalu dilanjutkan dengan katalog yang
dipergunakan hingga sekarang.
Latar belakang
Katalog adalah alat
publikasi yang digunakan perusahaan untuk mempromosikan produk dan layanan
mereka. Memungkinkan berbagai macam perusahaan untuk menginformasikan kepada
calon pelanggan dan pelanggan yang sudah ada tentang harga dan fitur produk
mereka dalam rangka untuk mendorong penjualan mereka. Katalog adalah sarana
bagi perusahaan untuk menyajikan secara rinci cakupan produk dan jasa, langsung
kepada pelanggan.
Ada berbagai jenis
katalog yang bervariasi sesuai dengan konten dan target mereka. Katalog. Paling
umum adalah untuk mempromosikan produk konsumen, terdiri dari gambar dari item
yang perusahaan jual. Dengan setiap gambar, ada deskripsi produk, termasuk
karakteristik, seperti: ukuran, warna, bahan, fungsi, proses manufaktur, dll.
Dalam hal katalog digunakan untuk mempromosikan produk industri atau teknikal,
deskripsi meliputi informasi yang penting dan spesifik tentang setiap item,
pengkodean model untuk membuat proses pembelian dan penjualan lebih mudah, dan
pedoman tentang cara menggunakan produk. Katalog mempromosikan produk konsumen
atau teknis juga cenderung untuk menyertakan gambar untuk menunjukkan struktur
produk, fungsionalitas dan cara instalasi. Selain itu, mereka juga dapat
terdiri dari foto-foto suku cadang. Bersama dengan produk, katalog juga bisa
menambahkan harga, diskon yang diberikan oleh perusahaan, dan penawaran khusus.
Ada juga layanan katalog yang meliputi layanan yang ditawarkan, durasi dan
biaya. Dalam kasus ini, gambar yang terkait dengan layanan yang ditawarkan juga
disertakan.
v Pengertian Katalog dalam Ilmu Perpustakaan
Katalog berasal dari
bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda,
serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah katalog itu sendiri
berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata bermakna sarana atau menurut,
sedangkan logos memiliki berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan
nalar. Jadi katalog dari segi kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun
menuruit cara yang masuk akal. Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya
berdasarkan kata demi kata.
Beberapa definisi
katalog menurut ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut :
· Katalog berarti
daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun menurut sistem
tertentu.(Fathmi, 2004)
· Suatu daftar yang
sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu perpustakaan ,dengan
informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk
fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. (Gates)
· Katalog perpustakaan
adalah daftar buku atau koleksi pustaka dalam suatu perpustakaan atau dalam
suatu koleksi. (Sulistyo Basuki, 1991)
· Katalog perpustakaan
merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu
perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem
tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan, 2003)
Dari definisi di atas
dapat disimpulkan bahwa katalog merupakan daftar dari koleksi perpustakaan atau
beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan
pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki
oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan.
v Tujuan Katalog:
Menurut
Sulistyo-Basuki (1991) tujuan dari Katalog adalah sebagai berikut:
1.
Memungkinkan
seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau
subjeknya.
2.
Menunjukan
buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek
tertentu dan dalam jenis literatur tertentu.
3.
Membantu
dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra
ataukah berdasarkan topik).
v Fungsi Katalog:
Charles Ammi Cutter
menyebutkan tiga fungsi katalog yaitu :
1.
Memungkinkan
seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui dari pengarang, judul atau
subyeknya.
2.
Menunjukkan
apa yang dimiliki suatu perpustakaan oleh pengarang tertentu, pada subyek
tertentu, dalam jenis literatur tertentu.
3.
Membantu
dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk
sastra atau berdasarkan topik)
Fungsi tersebut
dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini
masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku
sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk
mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy
cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan
menopang silang layan (inter library loan).
Qalyubi dkk (2007)
menyebutkan fungsi katalog adalah sebagai berikut :
1.
Mencatat
karya seseorang pada tajuk yang sama.
2.
Menyusun
entri pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk
yang sama.
3.
Mencatat
semua judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
4.
Menunjukkan
rujukan silang (cross reference) dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama
yang digunakan sebagai tajuk.
5.
Memberikan
petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan
uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna
perpustakaan (user) dapat memperoleh informasi yang lengkap tentag karya
itu.
6.
Sedangkan
Menurut Kao (2001), fungsi katalog adalah sebagai beikut:
7.
Memungkinkan
seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau
subyeknya.
8.
Menunjukkan
buku yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu, berdasarkan subyek
tertentu, atau dalam jenis literature tertentu.
9.
Membantu
dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya.
10. Berfungsi sebagai
sarana yang sangat diperlukan oleh staf perpustakaan di bagian pengadaan,
pengatalogan, kontrol inventarisasi dan pekerjaan-pekerjaan referensi
v BENTUK KATALOG:
-
Katalog
Buku
Katalog bentuk buku
merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan
merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki
beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan
digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku
menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah
ada.
-
Kalatog
Berkas
Katalog Berkas atau album dalam bahasa
inggris disebut sheaf catalogue merupakan kumpulan kartu yang
dijilid menjadi satu menjadi buku atau album. Keuntungannya adalah mudah
digunakan, pengguna dapat menggunakan katalog berkas yang berbeda-beda.
Sedangkan kerugiannya adalah sekali adanya penambahan harus membongkar berkas,
cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil dari pada katalog buku.
-
Katalog
Kartu
Katalog Kartu adalah
Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi
bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Keuntungan katalog
berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku
baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat
disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Kelemahannya adalah satu laci katalog
hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri
menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.
-
Katalog
Cetak
Katalog Cetak
merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu,
kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan.
Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana.
Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
-
Katalog
COM
Katalog COM (Computer
Output Microform) dibuat pada salah satu
bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam bentuk mikro ini
relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam bentuk buku, dan
terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu. Disisi
lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak
menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
-
Katalog
CD-ROM
Katalog CD-ROM
(Compact Disk Read Only Memory) adalah katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan
dioperasikan dengan menggunakan komputer.
-
OPAC
OPAC (Online Public
Access Catalog) adalah Katalog yang tersimpan di komputer, dapat diakses dari
berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung dalam
jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada berbagai
perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
-
Penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
-
Penelusuran
dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
-
Jajaran
tertentu tidak perlu di-file
-
Penelusuran
dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
-
Rekaman
bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
Manfaat katalo dulu dan kini
Pada tahun 1914
Angkatan laut Amerika mulai membuat daftar barang-barang militer. Daftar ini
kemudian dipublikasikan oleh “Naval Depot Supply and Stock Catalog “. Meskipun
katalog tersebut masih merupakan tindakan percobaan, namun Angkatan Laut
Amerika merasakan bahwa manfaat katalog tersebut sangat besar dalam penentuan
perang dunia I.
Pada
tahun 1929, sistem katalog yang tadinya dimulai di Angkatan Laut, kemudian
berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada tahun ini pula
Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standard Stock Catalog”
untuk pemerintah berada dalam Departemen Keuangan. Pada saat itu dilingkungan
militer, tidak terdapat barang-barang umum. Sedangkan dinas-dinas lainnya
mengidentifikasi dan mengklarifikasi barang dengan cara sendiri-sendiri dengan
sistem yang berbeda. Yang penting beberapa instansi ini mempunyai katalog
barang mereka sendiri.
Pada tahun 1932 presiden Roosevelt berusaha mengembangkan
sistem katalog di Amerika yang seragam. Dan pada tahun 1935
President memutuskan suatu peraturan bahwa “Federal Standard Stock
Catalog” diberikan untuk seluruh negara Amerika ,ini berarti bahwa sistim
catalog yang seragam mutlak perlu dilaksanakan dalam setiap Departemen. Dengan
demikian setiap departemen dalam hal pemberian nama ,diskripsi,klasifikasi
serta penomoran barang dalam sistem katalog harus menggunakan cara yang seragam
,dengan ketentuan ini sistem katalog di Amerika sudah
berjalan , namun kenyataanya masing – masing instansi masih
menggunakan caranya sendiri dalam mengkatalogkan barang. Sistim ini berlangsung
sampai perang dunia II.
Dari suatu data
statistik dapat dilihat antara tahun 1930 sampai dengan tahun 1935
diterbitkan suatu katalog sebanyak 155,000 items, sesudah tahun 1935 jumlah
tersebut bertambah menjadi 195.000 berarti jumlah total 350.000 items. Dari
jumlah tersebut 120.000 items adalah dobel, berarti jumlah
yang benar (350.000-120.000) = 230.000
items. Dengan banyaknya daftar katalog barang yang
dobel tersebut, berarti bahwa katalog – katalog yang di buat tersebut
tidak bermanfaat.
Selama perang dunia
II di lingkungan pemerintah Amerika terdapat berbagai
sistem katalog yang berbeda. Angkatan
Darat dan Marinir mengunakan sistem katalog yang
berbeda. Demikian pula dengan instansi militer lainya
menggunakan sistem sendiri- sendiri.
Sesuai perkembangan teknologi,
banyak “new items” yang dihasilkan oleh pabrik dan masuk ke
dalam sistim pembekalan militer. Barang baru yang masuk dalam pembekalan
militer akhirnya tak dapat di bina dengan baik. Banyak masalah baru
yang timbul begitu komplek, akibat dari setiap instansi militer
membuat katalog dari suatu barang yang sama , namun
dengan nama dan nomor serta diskripsi yang berbeda. Kesemrawutan
ini menyebabkan akibat yang serius. Karena perbedaan dalam
penyebutan nomor, serta diskripsi barang terhadap
item yang sama, mengakibatkan lemahnya atau tidak
seragamnya dukungan pembekalan. Akibat dari ini maka orang-orang yang bertugas
dalam sistem dukungan pembekalan selalu mendapat tugas yang tidak sukses.
Pada tanggal 3
Juli 1947 Angkatan Darat dan Angkatan Laut membentuk
sistem cataloging yang sama dan pada tanggal 1 Juli 1952 dengan
Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika (DOD)
mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang
Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa
sistem penomoran barang menggunakan “Federal Stock Number” (FSN). Sistem katalog
DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem yang integral, sistem ini
merupakan sistem yang luas dan terdiri dari berbagai kegiatan.
Pada tahun 1956
beberapa negara kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode
Federal Stock Number (FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number” (NSN).
Pada tanggal 1
Januari 1962 “Defense Logistics Services Center” (DLSC)
dibentuk. DLSC ini merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta
negara-negara NATO.
Pada tahun 1965
seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang Federal maupun NATO
System) diproses dengan komputer.
Pada tahun 1975
sistem NSN diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula
untuk negara-negara Eropa dalam bentuk blok NATO. Bulan-bulan berikutnya hampir
seluruh negara Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN. Sistem ini kemudian
diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Indonesia (TNI
AU) resmi menggunakan sistem ini mulai tahun 1983 (meskipun sebelumnya sudah
menggunakan NSN).
Dalam perjalanan
sejarah, katalog perpustakaan telah mengalami perkembangan dan perubahan
seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku
pencarian informasi para penggunanya (information seeking behavior). Perubahan
tersebut terjadi dari katalog yang pada awalnya berbentuk buku, kartu hingga
OPAC (online public access catalog). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya
katalog perpustakaan dari waktu ke waktu terus menyesuaikan diri dengan setiap
perkembangan yang terjadi terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Disamping itu, setiap perubahan atau inovasi yang terjadi
pada katalog perpustakaan juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada
pengguna dalam menggunakannya untuk menelusur bahan pustaka yang dibutuhkan di
perpustakaan.
Di era world wide web
ini, perkembangan teknologi komputer dan produksi dokumen elektronik menjadi
tantangan berbeda yang signifikan bagi perpustakaan saat ini jika dibandingkan
dengan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan lima puluh tahun yang lalu
dimana saat itu yang menjadi inti koleksi perpustakaan hanyalah buku-buku dan
majalah-majalah yang hanya dapat ditelusur dengan menggunakan katalog kartu
saja. Meskipun pengaruh teknologi komputer dan jaringan sumber informasi
terhadap misi perpustakaan masih diperdebatkan tetapi eksistensi perpustakaan
masa depan tergantung pada kemampuan perpustakaan tersebut dalam merespon
teknologi saat ini dan akan datang
Kesimpulan
Manfaat
katalog dari dulu dan kini sama saja, yaitu untuk menggambakan suatu barang
dengan berisikan deskripsi serta karakteristik. Hanya saja dulu penerapan
katalog digunakan untuk membuat daftar barang-barang militer lalu berkembang
dilingkungan pemerintah di Amerika dan lambat laun dipergunakan di perpustakan
untuk mempermudah pencarian buku dengan melihat katalog yang berisi gambaran
dari sebuah buku. Macam-macam dari katalog sangat beragam dari waktu ke waktu
dan semakin praktis dan memudahkan seseorang untuk menggunakannya.
Daftar Pustaka
Aldo S,2011. SagalaArt, https://sagalaartweb.blogspot.co.id/2011/07/apa-itu-katalog.html
Seputar Perpustakaan,2012. Manfaat
Katalog Manual Dibanding Katalog Digital, http://mediaperpustakaan.blogspot.co.id/2012/06/manfaat-katalog-manual-dibanding.html
Shakkel Muhamad Zayyan Subekti,2010.
Sejarah Katalogisasi, http://katalogisasi.blogspot.co.id/2010/11/sejarah-katalogisasi.html
Yusri Fahmi,2015. Katalog
Perpustakaan di Era World Wide Web: Redefenisi tujuan dan fungsi katalog
perpustakaa, http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578
casino, poker room, blackjack, bingo
BalasHapuscasino, bsjeon.net poker jancasino room, blackjack, bingo room, blackjack, communitykhabar bingo room, poker room, https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ poker room, poker room, poker room, poker room, poker 도레미시디 출장샵 room,