Selasa, 14 Februari 2017

manfaat katalog




“Manfaat Katalog: Dulu dan Kini”


Oleh:
Ni Kadek Vionita Pertiwi
(1612311006)



Abstract

            Tujuan membuat paper ini untuk membantu seseorang mengetahui manfaat dari katalog dari dulu hingga kini.

            Pada latar belakang terdapat penjelasan katalog secara umum yang biasa dipegunakan untuk mempromisikan suatu barang, dilanjutkan dengan pengertian katalog dalam ilmu perpustakaan, memaparkan tujuan, fungsi dan bentuk-bentuk dari katalog. Terdapat juga gamaran sejarah dari katalog lalu dilanjutkan dengan katalog yang dipergunakan hingga sekarang.
           
Latar belakang

Katalog adalah alat publikasi yang digunakan perusahaan untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Memungkinkan berbagai macam perusahaan untuk menginformasikan kepada calon pelanggan dan pelanggan yang sudah ada tentang harga dan fitur produk mereka dalam rangka untuk mendorong penjualan mereka. Katalog adalah sarana bagi perusahaan untuk menyajikan secara rinci cakupan produk dan jasa, langsung kepada pelanggan.

Ada berbagai jenis katalog yang bervariasi sesuai dengan konten dan target mereka. Katalog. Paling umum adalah untuk mempromosikan produk konsumen, terdiri dari gambar dari item yang perusahaan jual. Dengan setiap gambar, ada deskripsi produk, termasuk karakteristik, seperti: ukuran, warna, bahan, fungsi, proses manufaktur, dll. Dalam hal katalog digunakan untuk mempromosikan produk industri atau teknikal, deskripsi meliputi informasi yang penting dan spesifik tentang setiap item, pengkodean model untuk membuat proses pembelian dan penjualan lebih mudah, dan pedoman tentang cara menggunakan produk. Katalog mempromosikan produk konsumen atau teknis juga cenderung untuk menyertakan gambar untuk menunjukkan struktur produk, fungsionalitas dan cara instalasi. Selain itu, mereka juga dapat terdiri dari foto-foto suku cadang. Bersama dengan produk, katalog juga bisa menambahkan harga, diskon yang diberikan oleh perusahaan, dan penawaran khusus. Ada juga layanan katalog yang meliputi layanan yang ditawarkan, durasi dan biaya. Dalam kasus ini, gambar yang terkait dengan layanan yang ditawarkan juga disertakan.

v  Pengertian Katalog dalam Ilmu Perpustakaan

Katalog berasal dari bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah katalog itu sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata bermakna sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang masuk akal. Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi kata.
           
Beberapa definisi katalog menurut ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut :
·       Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun menurut sistem tertentu.(Fathmi, 2004)
·       Suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu perpustakaan ,dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. (Gates)
·       Katalog perpustakaan adalah daftar buku atau koleksi pustaka dalam suatu perpustakaan atau dalam suatu koleksi. (Sulistyo Basuki, 1991)
·       Katalog perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan, 2003)

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa katalog merupakan daftar dari koleksi perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan.

v  Tujuan Katalog:
Menurut Sulistyo-Basuki (1991) tujuan dari Katalog adalah sebagai berikut:
1.     Memungkinkan seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya.
2.     Menunjukan buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam jenis literatur tertentu.
3.     Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).

v  Fungsi Katalog:
Charles Ammi Cutter menyebutkan tiga fungsi katalog yaitu :
1.     Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui dari pengarang, judul atau subyeknya.
2.     Menunjukkan apa yang dimiliki suatu perpustakaan oleh pengarang tertentu, pada subyek tertentu, dalam jenis literatur tertentu.
3.     Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik)

Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang layan (inter library loan).

Qalyubi dkk (2007) menyebutkan fungsi katalog adalah sebagai berikut :
1.     Mencatat karya seseorang pada tajuk yang sama.
2.     Menyusun entri pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk yang sama.
3.     Mencatat semua judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
4.     Menunjukkan rujukan silang (cross reference) dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
5.     Memberikan petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna perpustakaan (user) dapat memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
6.     Sedangkan Menurut Kao (2001),  fungsi katalog adalah sebagai beikut:
7.     Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subyeknya.
8.     Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu, berdasarkan subyek tertentu, atau dalam jenis literature tertentu.
9.     Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya.
10.  Berfungsi sebagai sarana yang sangat diperlukan oleh staf perpustakaan di bagian pengadaan, pengatalogan, kontrol inventarisasi dan pekerjaan-pekerjaan referensi

v  BENTUK KATALOG:
-       Katalog Buku
Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.

-       Kalatog Berkas
Katalog Berkas atau album dalam bahasa inggris  disebut sheaf catalogue merupakan kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu menjadi buku atau album. Keuntungannya adalah mudah digunakan, pengguna dapat menggunakan katalog berkas yang berbeda-beda. Sedangkan kerugiannya adalah sekali adanya penambahan harus membongkar berkas, cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil dari pada katalog buku.
-       Katalog Kartu
Katalog Kartu adalah Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Keuntungan katalog berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Kelemahannya adalah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.

-       Katalog Cetak
Katalog Cetak merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan. Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana. Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.

-       Katalog COM
Katalog COM (Computer Output Microform) dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).

-       Katalog CD-ROM
Katalog CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) adalah katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan komputer.

-       OPAC
OPAC (Online Public Access Catalog) adalah Katalog yang tersimpan di komputer, dapat diakses dari berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung dalam jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada berbagai perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
-       Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
-       Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
-       Jajaran tertentu tidak perlu di-file
-       Penelusuran dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
-       Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas

Manfaat katalo dulu dan kini

Pada tahun 1914 Angkatan laut Amerika mulai membuat daftar barang-barang militer. Daftar ini kemudian dipublikasikan oleh “Naval Depot Supply and Stock Catalog “. Meskipun katalog tersebut masih merupakan tindakan percobaan, namun Angkatan Laut Amerika merasakan bahwa manfaat katalog tersebut sangat besar dalam penentuan perang dunia I.         

            Pada tahun 1929, sistem katalog yang tadinya dimulai di Angkatan Laut, kemudian berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada tahun ini pula Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standard Stock Catalog” untuk pemerintah berada dalam Departemen Keuangan. Pada saat itu dilingkungan militer, tidak terdapat barang-barang umum. Sedangkan dinas-dinas lainnya mengidentifikasi dan mengklarifikasi barang dengan cara sendiri-sendiri dengan sistem yang berbeda. Yang penting beberapa instansi ini mempunyai katalog barang mereka sendiri.

            Pada tahun 1932  presiden Roosevelt berusaha mengembangkan sistem katalog di Amerika yang seragam.  Dan pada tahun 1935  President memutuskan suatu peraturan bahwa “Federal  Standard Stock Catalog” diberikan untuk seluruh negara Amerika ,ini berarti bahwa sistim catalog yang seragam mutlak perlu dilaksanakan dalam setiap Departemen. Dengan demikian setiap departemen dalam hal pemberian nama ,diskripsi,klasifikasi serta penomoran barang dalam sistem katalog harus menggunakan cara yang seragam ,dengan  ketentuan  ini sistem katalog  di Amerika  sudah berjalan , namun  kenyataanya  masing – masing instansi masih menggunakan caranya sendiri dalam mengkatalogkan barang. Sistim ini berlangsung sampai perang dunia II.

Dari suatu data statistik  dapat dilihat antara tahun 1930  sampai dengan tahun 1935 diterbitkan suatu katalog sebanyak 155,000 items, sesudah tahun 1935 jumlah tersebut bertambah menjadi 195.000 berarti jumlah total  350.000 items. Dari  jumlah  tersebut  120.000 items adalah  dobel, berarti jumlah yang benar  (350.000-120.000)  =  230.000  items.   Dengan  banyaknya  daftar katalog barang yang dobel tersebut, berarti bahwa  katalog – katalog yang di buat tersebut tidak bermanfaat.

Selama   perang  dunia II  di lingkungan  pemerintah  Amerika  terdapat berbagai sistem katalog yang berbeda.  Angkatan Darat  dan Marinir  mengunakan sistem  katalog  yang berbeda.  Demikian pula dengan instansi  militer lainya menggunakan  sistem sendiri- sendiri.

Sesuai perkembangan  teknologi, banyak  “new items” yang dihasilkan   oleh pabrik dan masuk ke dalam sistim pembekalan militer. Barang baru  yang masuk dalam pembekalan militer  akhirnya tak dapat di bina dengan baik. Banyak  masalah baru yang timbul  begitu komplek, akibat dari setiap  instansi militer membuat  katalog  dari  suatu barang yang sama , namun  dengan  nama dan nomor serta diskripsi yang berbeda. Kesemrawutan  ini  menyebabkan  akibat yang serius. Karena perbedaan dalam penyebutan  nomor,   serta  diskripsi  barang terhadap item yang sama, mengakibatkan  lemahnya   atau  tidak seragamnya dukungan pembekalan. Akibat dari ini maka orang-orang yang bertugas  dalam sistem dukungan pembekalan selalu mendapat tugas yang tidak sukses.

Pada  tanggal 3 Juli 1947 Angkatan  Darat  dan Angkatan  Laut  membentuk  sistem  cataloging yang sama dan pada tanggal 1 Juli 1952 dengan Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika (DOD) mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa sistem penomoran barang menggunakan “Federal Stock Number” (FSN). Sistem katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem yang integral, sistem ini merupakan sistem yang luas dan terdiri dari berbagai kegiatan.

Pada tahun 1956 beberapa negara kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode Federal Stock Number (FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number” (NSN).

Pada tanggal 1 Januari 1962 “Defense Logistics Services Center” (DLSC) dibentuk.   DLSC ini merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta negara-negara NATO.

Pada tahun 1965 seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang Federal maupun NATO System) diproses dengan komputer.

Pada tahun 1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk blok NATO. Bulan-bulan berikutnya hampir seluruh negara Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN. Sistem ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Indonesia (TNI AU) resmi menggunakan sistem ini mulai tahun 1983 (meskipun sebelumnya sudah menggunakan NSN).

Dalam perjalanan sejarah, katalog perpustakaan telah mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku pencarian informasi para penggunanya (information seeking behavior). Perubahan tersebut terjadi dari katalog yang pada awalnya berbentuk buku, kartu hingga OPAC (online public access catalog). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya katalog perpustakaan dari waktu ke waktu terus menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan yang terjadi terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Disamping itu, setiap perubahan atau inovasi yang terjadi pada katalog perpustakaan juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada pengguna dalam menggunakannya untuk menelusur bahan pustaka yang dibutuhkan di perpustakaan.
                            
Di era world wide web ini, perkembangan teknologi komputer dan produksi dokumen elektronik menjadi tantangan berbeda yang signifikan bagi perpustakaan saat ini jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan lima puluh tahun yang lalu dimana saat itu yang menjadi inti koleksi perpustakaan hanyalah buku-buku dan majalah-majalah yang hanya dapat ditelusur dengan menggunakan katalog kartu saja. Meskipun pengaruh teknologi komputer dan jaringan sumber informasi terhadap misi perpustakaan masih diperdebatkan tetapi eksistensi perpustakaan masa depan tergantung pada kemampuan perpustakaan tersebut dalam merespon teknologi saat ini dan akan datang


Kesimpulan
            Manfaat katalog dari dulu dan kini sama saja, yaitu untuk menggambakan suatu barang dengan berisikan deskripsi serta karakteristik. Hanya saja dulu penerapan katalog digunakan untuk membuat daftar barang-barang militer lalu berkembang dilingkungan pemerintah di Amerika dan lambat laun dipergunakan di perpustakan untuk mempermudah pencarian buku dengan melihat katalog yang berisi gambaran dari sebuah buku. Macam-macam dari katalog sangat beragam dari waktu ke waktu dan semakin praktis dan memudahkan seseorang untuk menggunakannya.

Daftar Pustaka


                                                                                                                                            
Seputar Perpustakaan,2012. Manfaat Katalog Manual Dibanding Katalog Digital, http://mediaperpustakaan.blogspot.co.id/2012/06/manfaat-katalog-manual-dibanding.html

Shakkel Muhamad Zayyan Subekti,2010. Sejarah Katalogisasi, http://katalogisasi.blogspot.co.id/2010/11/sejarah-katalogisasi.html

Yusri Fahmi,2015. Katalog Perpustakaan di Era World Wide Web: Redefenisi tujuan dan fungsi katalog perpustakaa, http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578


1 komentar:

  1. casino, poker room, blackjack, bingo
    casino, bsjeon.net poker jancasino room, blackjack, bingo room, blackjack, communitykhabar bingo room, poker room, https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ poker room, poker room, poker room, poker room, poker 도레미시디 출장샵 room,

    BalasHapus